Monday, June 17, 2013

Sebenarnya...Aku Not Alone

                 Saju....masih sama seperti dulu, di tempat yang sama. Tapi ada sesuatu yang memberi perubahan kepadanya. Situasi.

Malam itu masih muda. Tak! Tidak lagi!
Malam sudah makin menghampiri pengakhiran namun masih seperti malam-malam sebelumnya, menemani Saju yang ligat memikirkan masa depan. Suatu masa yang belum lagi wujud, dirancang minda tapi ditentukan oleh takdir. Kadang-kadang Saju bermonolog sendiri, sekejap berbicara dengan kupu-kupu malam, sekejap dengan semut-semut hitam yang tak jemu-jemu mengusung setiap bangkai serangga yang mati bila tiba ajalnya.

"Bagus..baguss... Tak sia-sia aku sign tender dengan korang. Rajin angkut bangkai menatang tu semua. Tak macam aku...malas! Tidur je rajin. Hmmmmp", Saju menguluh panjang.

Keseorangan di bilik membosankan Saju. Lagu alternative rock dari kumpulan Linkin Park berkumandang dicorong Sonic Gear, jenama speaker kepunyaan seorang sahabat. Dua orang teman akrab yang kebiasaannya menyemak telah pulang ke kampung halaman masing-masing, Cang Kul dan Along Parit Buntal. Tapi, sayang itu tetap sayang because Friendship means a lot. Nah kau....
Tak pernah pudar dek Clorox, tak pernah terdelete dek terscan oleh Kapersky Antivirus, tak pernah hancur dek berlanggar dengan asteroid, tak pernah tenggelam dek Laut China Selatan, tak pernah terputus walau Saju bukan Kpopper. Tak pernah terhalang dek Racism.



Keseorangan mengingatkan Saju tentang kesunyian. Bunyi lagu diperlahankan. Berfikir sejenak. Kesunyian itu dicipta oleh keegoan dirinya sendiri. Malu tak bertempat dengan masyarakat mungkin. Atau mungkin kurang malu dengan Pencipta dirinya? Memikirkan khilaf yang kurang jelas pada mata kasar tapi bersuluh pada akalnya. Ya! Itulah yang tepat.

Kesunyian pada hati boleh menggambarkan kesunyian pada iman seseorang. Keseorangan membantu Saju menilai dirinya, menilai secebis kesunyian yang dialaminya malam itu. Saju mulai sedar, perasaan itu satu isyarat untuk membuka matanya dari terus buta dengan keadaan sekeliling. Buta daripada menyedari sesuatu yang dicari oleh jiwanya yang selama ini sering terabai disebabkan urusan dunianya yang sementara.

Keadaan itulah yang mengajar kita kembali mengingati Pencipta, mendekatkan diri kita kepadaNya yang takkan jemu mendengar rintihan daripada makhluk walau mereka sering melupakan-Nya. Hanya Dia yang sentiasa kekal dan selalu bersama hambaNya. Dalam setiap doa yang dikirim oleh hambaNya, Dialah yang memakbulkan dan Dia jugalah memberi rahmat kepada sesiapa yang dikehendakiNya.

Bersyukurlah, kesedaran daripada Allah menandakan Dia masih menyayangi hambaNya.



- keep calm and sama-sama muhasabah
- mahukan perubahan, tapi sentiasa memperbodohkan masa..itu namanya malas! *marah diri sendiri*
- kadang-kadang, bila kita jauh, Dia dekatkan kita denganNya, tp bila makin kita dekat...semakin kuat dugaan dariNya
- dugaan itu menguji keimanan
- ujian itu mengukuhkan lagi kekuatan hati
- *sedang mencari kekuatan
- akhir kata...
- baik buruk kata-kata itu datang dari aku sendiri..tp yang berhikmah itu semestinya datang dari Yang Maha      Mengetahui

No comments:

Drama FYP

Sedang melalui hari-hari last sebagai siswi undergraduate kat UTeM dan bakal tempuh lasttt exam!(sem khas) I'm quiet person with so m...