Sunday, September 27, 2015

Hidup

Saju mati akal. Tenggelamkan diri dalam lamunan, ketandusan kekuatan. Mencari bimbingan tanpa ingin dikritik, terasa bebal. Mengharapkan berkekalan tanpa perselisihan, berakhir tergantung tak bersimpul.

"Bodoooooh!"
 Ruang bilik yang sunyi itu bergema dengan teriakan Saju. Kosong.

Perkataan mencerminkan peribadi. Menghina diri lebih senang dari menghina manusia yang tanpa sedar memalukan dirinya sendiri, dan juga manusia yang menguasai manusia lain. Berkata tanpa perlu mendengar isi fikiran dan keluhan lain atau bersiaplah, pahat yang berbunyi itu akan dibuang, diabai, dimalukan dan dikeji.

Saju marah dengan dirinya yang hanya diam membisu.

"I'm Cool". Cool? Menipu diri sendiri lebih mudah bukan?

Mengabaikan sesuatu lebih mudah dari memikirkan penyelesaiannya. Tapi mudah itu tak semudah yang disangka. Kerana si hati akan memaksa si otak menekan-nekan keterdesakan perasaan. Marah, sedih, sakit itu jadi sandaran. Mengabaikan nampak senang tapi melupakan itu payah. Lewat malam jadi peneman Saju, berbincang dengan angin bayu, diperhatikan lampu malap.

Mungkin Saju letih. Faham benar dirinya dengan dugaan sebagai manusia. Tercari-cari sumber kekuatan yg terang-terang di depan mata.
Ya! Depan mata.

''hanya Engkau yang kami sembah, dan hanya Engkau kami meminta pertolongan''.

Sayup-sayup sentuhan Dia kepada Saju. Memberi cobaan untuk menyedarkan. Saju tersedar buat kesekian jauhnya. Sesungguhnya pahit manis hidup telah ditentukan. Yang dapat mengubah takdirnya adalah diri Saju sendiri. Doa dan mengharap keampunan darinya.

#notakaki
-life is a mess, but life without intention is worst.
-this is the worst, the hard time of my life. Life is choking me hard and I got nowhere else to go.
Ya Allah, this is soooo hard!
-sorry for my english..

No comments:

Drama FYP

Sedang melalui hari-hari last sebagai siswi undergraduate kat UTeM dan bakal tempuh lasttt exam!(sem khas) I'm a silent person with s...